12 Oktober 2011

Metode Dakwah

4.      Metode dan Media Dakwah
a.    Metode Dakwah
Metode dakwah adalah cara yang digunakan oleh juru dakwah dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah kepada objek dakwah. Sehingga pesan-pesan dakwah tersebut berhasil guna dan berdaya guna dalam menyampaikan dakwah. Sebagaimana terdapat dalam Surat An- Nahal ayat 125 yang berbunyi sebagai berikut :
“Seruhlah (manusia) kepada jalan Tuhan mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Ayat di atas menjelaskan cara menyampaikan ajaran Islam kepada umat manusia, atau yang dikenal dengan metode dakwah. Metode dakwah tersebut adalah:
1)   Hikmah
Metode hikmah ini dapat dipergunakan untuk memanggil/menyeru orang yang intelektual, berilmu pengetahuan atau pendidikan tinggi. Dalam hal ini juru dakwah haruslah menyampaikan materi dakwah dengan keterangan dan alasan disampaikan dengan cara bijaksana tanpa kesan menggurui, sehingga dakwah tersebut dapat diterima dan diamalkan dalam keh
2)   Mau’izhah
Metode ini dipergunakan untuk meyuruh atau mendakwahi orang-orang awam, yaitu orang yang belum dapat berfikir secara kritis atau ilmu pengetahuannya masih rendah. Mereka pada umumnya mengikuti sesuatu tanpa pertimbangan terlebih dahulu dan masih berpegang pada adat istiadat yang turun temurun. Kepada mereka ini hendak disajikan materi kehidupan sehari-hari.
yang mudah dipahami dan disampaikan dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dimengerti.
3)   Mujadalah
Metode ini digunakan untuk menyeru dan mengajak orang-orang yang masuk golongan pertengahan, yaitu orang yang tidak terlalu tinggi atau pendidikannya, dan tidak pula terlalu rendah. Mereka sudah dapat diajak bertukar fikiran secara baik, dalam mencari kebenaran. Dan tidak terlalu sulit menerima dakwah yang disampaikan kepada mereka
Berdasarkan firman Allah SWT. dalam Surat An-Nahl ayat 125 tersebut Syekh Muhammad sebagaimana dikutip oleh M. Natsir, menyebutkan tiga golongan yang dihadapi dengan tiga metode yang dapat digunakan oleh juru dakwah, yaitu sebagai berikut:
a)    Golongan cerdik cendikiawan yang cinta kebenaran dan dapat berfikir kritis, cepat dapat menangkap arti persoalan. Mereka harus dipanggil denganhi kmah, yaknihu jjah (argumentasi) yang dapat diterima dengan kekuatan akal mereka.
b)   Golongan awam, orang kebanyakan yang belum dapat berfikir secara kritis, dan mendalam, belum dapat menangkap pengertian-pengertian yang tinggi. Mereka ini dipanggil dengan mau’izah hasanah, yakni keteladanan yang baik dari juru dakwahnya.
c)    Golongan yang tingkat kecerdasannya diantara kedua golongan tersebut, belum dapat dicapai dengan hikmah akan tetapi tidak sesuai pula bila dilayani seperti golongan awam. Golongan ini dihadapi dengan anjuran dan didikan yang baik yaitu dengan ajaran-ajaran yang mereka suka membahasnya. Tetapi hanya di dalam batas tertentu mereka tidak sanggup menmgkaji lebih mendalam. Golongan manusia seperti ini dipanggil dengan mujadalah billati hiya ahsan, yaitu dengan bertukar tukar fikiran guna mendorongnya supaya berfikir secara sehat, satu dan yang lainnya dengan cara yang lebih baik.
Rafi’udin Manan menjelaskan pembagian metode dakwah yaitu :
a)    Dakwah bil lisan, yaitu dakwah ini dengan mengunakan lisan, diantaranya :
1)   Qaulan ma’rufan, yaitu dengan berbicara dalam pergaulannya sehari-hari yang disertai misi agama, yaitu agama Allah, agama Islam, seperti menyebarluaskan salam, mengawali pekerjaan dengan membaca basmalah, mengakhiri pekerjaan dengan membaca hamdalah, dan sebagainya.
2)   Mudzakarah, yaitu mengingatkan orang lain jika berbuat salah, baik dalam beribadah maupun dalam perbuatan
3)   Nasehatuddin, yaitu memberi nasehat kepada orang yang sedang dilanda problem kehidupan agar mampu melaksanakan agamanya dengan baik, seperti bimbingan penyuluhan agama dan sebagainya.
4)   Majelis Ta’lim, seperti pembahasan bab-bab dengan mengunakan buku atau kitab dan berakhir dengan dialik,
5)   Penyajian Umum, yaitu menyaji materi dakwah di depan umum. Isi dari materi dakwah tidak terlalu banyak, tetapi menarik perhatian pengunjung.
6)   Mujadalah, yaitu berdebat dengan mengunakan argumentasi serta alasan yang diakhiri dengan kesepakatan bersama dengan menarik suatu kesimpulan
b)   Dakwah bil kitab, yaitu dakwah dengan mengunakan keterampilan tulis menulis berupa artikel atau naskah yang kemudian dimuat di dalam majalah atau suat kabar, brosur, buliten, buku, dan sebagainya. Dakwah seperti ini mempunyai kelebihan yaitu dapat dimanfaatkan dalam waktu yang lebih lama serta lebih luas jangkauannya, disamping lebih dapat mempelajarinya secara mendalam dan berulang-ulang
c)    Dakwah dengan alat elektronik, yaitu dakwah dengan memanfaatkan alat-alat elektronik, seperti radio, televisi, tape recorder, komputer, dan sebagainya yang berfungsi sebagai alat bantu.
d)   Dakwah bil hal, yaitu dakwah yang dilakukan dengan berbagai kegiatan yang langsung menyentuh kepada masyarakat sebagai objek dakwah dengan karya subjek dakwah serta ekonomi sebagai materi dakwah. Ada pun yang termasuk ke dalamnya adalah sebagai berikut :
1)   Pemberian bantuan dana untuk usaha produktif.
2)   Memberi bantuan yang bersifat konsumtif.
3)   Bersilaturrahmi ketempat-tempat penampungan sosial, seperti yayasan yatim piatu, anak cacat, tuna wisma, panti jompo, tuna karya, tempat lokalisasi, lembaga permasyaraka-tan dan lain-lain
4)   Pengabdian kepada masyarakat, seperti :
a)    Pembuatan jalan atau jembatan
b)   Pembuatan sumur umum dan WC umum.
c)    Praktek home industri kebersihan lingkungan dan tempat ibadah.
Dengan demikian kegiatan dakwah tidak hanya dapat dilaksanakan dalam bentuk yang monoton. Melainkan dakwah dapat dinikmati oleh masyarakat sebagai sebuah kebutuhan akan berbagai tuntunan dalam menjalani kehidupan.
b.    Media Dakwah
Media dakwah merupakan sarana atau alat yang digunakan juru dakwah dalam menyampaikan materi dakwah kepada objek dakwah. Pada zaman sekarang, media dakwah merupakan faktor yang menentukan keberhasilan dakwah. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus dapat dipergunakan sebagai media dalam menyampaikan dakwah, terutama teknologi informasi.
Penyampaian dakwah melalui media pada umumnya mencakup lisan, tulisan, lukisan, visual, audio visual, dan akhlak, serta profesi atau pekerjaan seseorang. Seperti yang dukemukakan oleh para ahli.
1)   Hamzah Ya’kub.
a.    Lisan; yang termasuk dalam bentuk ini adalah, khubah, pidato, ceramah, kuliah, diskusi, seminar, musyawatah, nasehat, pidato radio, ramah tama, anjang sana, obrolan secara bebas setiap ada kesempatan, yang kesemuaanya itu dilakukan denagan lidah dan suara.
b.    Tulisan; dakwah yang dilakukan dengan ini misalnya buku- buku, majalah-majalah, surat kabar, buletin, spanduk- spanduk dan sebagainya, mubaligh yang spesialis dibidang ini maka haruslah menguasai jurnalistik.
c.    Lukisan; yang termasuk dalamnya adalah seni, foto, film, cerita dan sebagainya bentuk tulisan ini banyak menarik perhatian orang, dan banyak dipakai mengambarkan suatu maksud, ajaran yang ingin disampaikan kepada orang lain. Termasuk kedalamnya komik-komik bergambar yang dewasa ini sangat disenangi anak-anak.
d.   Audio visual; yaitu cara suatu penyampaian yang sekaligus merangsang penglihatan dan pendengaran bentuk ini dilaksanakan dalam televisi, sandiwara, ketoprak, wayang radio dan lain sebagainya
e.    Akhlaq; yaitu suatu cara penyampaian langsung diwujudkan dalam bentuk perbuatan yang nyata umpamanya membesuk orang sakit, kunjungan kerumah- rumah, bersilaturrahmi, pembangunan masjid, dan sekolah, poliklinik dan lain sebagainya.”27
2)   A. Hasjmy
Menurut A. Hasjmy yang termasuk ke dalam media dakwah adalah :
a.    Mimbar dan khitabah
b.    Qalam dan kitabah
c.    Masdar dan malkama
d.   Madrasah dan daya
e.    Seni suara dan seni bahasa
f.     Lingkungan kerja.28
Dari kedua pendapat di atas dapat diambil pemahaman bahwa media dakwah merupakan segala bentuk sarana dan prasarana yang dapat digunakan sebagai alat untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah. Dengan demikian media dakwah memiliki bentuk dan ragam yang sedemikian luas dan tidak terbatas pada pemahaman yang sempit seperti khutbah dan ceramah belaka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

tolong tinggalkan komentar.. okey!!!