03 Oktober 2011

 KEORGANISASIAN


PENDAHULUAN

Telah banyak disebutkan bahwa manusia adalah makhluk sosial, sebagai makhluk sosial, manusia dituntut untuk saling mengenal satu sama lain, tidak terkecuali siapapun mereka dan golongan manapun mereka berasal (Q.S. 49 : 13). Dalam interaksi ini manusia akan saling kerja sama untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sebab manusia itu  tercipta dalam kondisi yang sangat terbatas dan dengan spesialisasi yang berbeda-beda (Q.S. 96 : 4) Kerja sama sangat dibutuhkan  dalam upaya merealisasikan cita-cita (keinginan). Dan dalam kerjasama sangat dibutuhkan pengaturan. Sebab tanpa adanya pengaturan dan pembagian kerja akan terjadi pemborosan tenaga dan biaya. Pengaturan dan pembagian kerja ini dinamakan Pengorganisasian, sedangkan wadahnya dinamakan Organisasi.

Organisasi merupakan wadah untuk mewujudkan cita-cita yang sangat efektif dan efisien, sebab dengan kebersamaan yang dibangun, akan menghasilkan bangunan  yang kuat dan kokoh. Allah Swt sendiri menyatakan sangat menyukai bagi siapa saja yang berjuang secara bersama-sama (Q.S. 61 : 4). Dan sebaliknya Allah Swt melarang kita untuk tidak bersatu, dan sendiri-sendiri dalam memperjuangkan risalah-Nya. (Q.S. 3 : 103)






DASAR, PENGERTIAN DAN UNSUR-UNSUR ORGANISASI

A.   DASAR ORGANISASI

1.         Firman Allah dalam Surat As-Shof  4 :

ان الله يحب الذين يقاتلون في سبيله صفا كانهم بنيان مرصوص

Artinya : “ Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berjuang didalam agama-Nya secara berbaris (terorganisasi), seolah mereka merupakan bangunan yang kuat”.
                       
2.         Surat Ali Imron ayat 103
واعتصموا بحبل الله جميعا ولاتفرقوا

 Artinya  :  “ Dan berpegang teguhlah kamu semua kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai “.

3.         Umar Bin Khottob r.a. berkata :



Artinya : “ Islam tidak akan berdiri tanpa diatur dengan organisasi, dan organisasi tidak akan berjalan tanpa ada pemimpin, dan pemimpin tidak akan berkarya tanpa adanya ketaatan dari anggota“.

Dengan dasar tersebut kiranya menambah wawasan kita terhadap pentingnya  berorganisasi, terlebih apabila kita amalkan dalam hidup dan kehidupan di masyarakat.



B.    PENGERTIAN ORGANISASI

Ada banyak definisi tentang organisasi, diantaranya adalah :

1.         Menurut Edgar Schein ( 1973 )
“ An Organization is the rational coordination of the activities of a number of people the achievement of some common explicit purpose or goal, through division of labor and function, and through a hierarchy of outhority and responsibilithy “
Artinya : “Organisasi adalah koordinasi yang rasional dari aktifitas-aktifitas sejumlah orang untuk mencapai beberapa tujuan yang jelas, melalui pembagian tugas dan fungsi serta melalui jenjang wewenang dan tanggung jawab.

2.         Menurut Ananda W.P. Guruge ( 1977 )
“ Organization is defined as arranging a complex of  task into managable uncts,and defining the formal relationships among the people who are assigned the various tasks “
Artinya : “Organisasi didefinisikan sebagai pengaturan tugas-tugas yang kompleks menjadi unit-unit yang dapat diatur. Organisasi juga didefinisikan sebagai memastikan hubungan formal antara orang-orang yang menangani berbagai tugas.”
Dari dua definisi tersebut memberikan pengertian yang semakin memperjelas apa hakikat organisasi tersebut. Pada intinya organisasi adalah koordinasi rasional (kegiatan sejumlah orang untuk mencapai tujuan bersama).

C.    UNSUR – UNSUR ORGANISASI

Melihat pengertian organisasi diatas maka unsur utama yang harus ada dalam suatu organisasi adalah :
1.         Adanya  orang-orang ( lebih 1 orang )
2.        Adanya kerjasama.
3.        Adanya tujuan yang diinginkan.
         
Dengan semakin kompleksnya suatu organisasi maka semakin bertambah pula unsur-unsur yang ada dalam organisasi seperti halnya :
1.         Adanya sarana dan prasarana penunjang.
2.        Adanya kerjasama.
3.        Adanya pembagian tugas, dan lain-lain.
Banyaknya unsur-unsur yang ada dalam suatu organisasi adalah tergantung seberapa banyaknya unsur-unsur yang diperlukan untuk menunjang berlangsungnya organisasi agar organisasi tersebut dapat mencapai tujuannya.

TUJUAN, PRINSIP DAN  FUNGSI ORGANISASI  

A.    TUJUAN ORGANISASI

     Seluruh kegiatan organisasi harus berorientasi pada tujuan. Ini berarti bahwa tujuan organisasi harus dijadikan pedoman untuk merencanakan dan menyusun program kerja.
     Begitu pentingnya kedudukan tujuan dalam penyusunan organisasi, maka tujuan organisasi perlu terlebih dahulu dirumuskan secara jelas, tertulis dan kemudian dikomunikasikan secara baik sehingga tujuan dapat dipahami oleh para anggota organisasi.


B.    PRINSIP - PRINSIP  ORGANISASI

     Salah satu diantara berbagai masalah organisasi yang banyak dijumpai adalah adanya gejala pemborosan waktu, tenaga, dan dana. Dengan hasil yang kurang optimal/memadai.
     Salah satu jawaban yang penting artinya untuk pemecahan masalah tersebut adalah dengan organisasi yang efesien dan iklim kerja yang menggairahkan / dinamis.
     Organisasi yang ideal itu dapat dibentuk dan dibina dengan menggunakan beberapa prinsip organisasi sebagai berikut :
1.         Prinsip Pelimpahan Wewenang
Seorang pemimpin yang bijaksana akan mendelegasikan sebagian wewenangnya kepada anggota pengurus lain yang dipercayainya, yang dirumuskan secara jelas, tetapi pendelegasian ini tidak membebaskan seorang pemimpin dari tanggung jawab  yang diembannya.
Pendelegasian ini diperlukan agar pemimpin lebih dapat memusatkan perhatiannya pada hal-hal yang memang harus ditangani sendiri.
2.         Management By Exception (Managemen dengan pengecualian)
Hal ini dimaksudkan agar tugas-tugas seorang pemimpin dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga pengambilan keputusan yang dilakukannya hanyalah mengenai hal-hal yang vital saja.
3.         Management  By Objective ( MBO )
Prinsip ini menunjukkan agar seorang pemimpin selalu berorientasi pada tujuan dalam berbagai pengambilan keputusan. Jadi tujuan organisasi dijadikan pedoman dan ukuran keberhasilan dengan mengelola organisasi.
4.         Span of Control ( Prinsip luasnya Pengawasan )
Seorang pemimpin dituntut untuk senantiasa melakukan control (pengawasan) terhadap seluruh anggota pengurusnya dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
5.         Prinsip Pembagian Kerja ( Division of  Work )
Dalam penyusunan struktur organisasi hendaknya diidentifikasikan macam dan jumlah pekerjaan yang diperlukan untuk pencapaian tujuan organisasi. Kemudian diatur pembagian beban kerja yang sepadan sehingga tersusun jalinan kerja yang harmonis.
6.         Prinsip Kesatuan Komando
Dalam organisasi yang besar dan  terdapat pembagian tugas yang sangat terspesiasasi, diperlukan adanya kesatuan tugas dalam garis kepemimpinan dan strategi dasar untuk mewujudkan adanya kesatuan pengurus.
7.         Prinsip Kemampuan Pengurus
Dalam pemilihan dan penempatan anggota pengurus hendaknya memperhatikan kemampuan dan keahliannya. Dengan demikian dapat diwujudkan pedoman “ The Right man on the right place “

8.         Prinsip Solidaritas Kelompok
Dalam suatu organisasi hendaknya dapat dikembangkan kesetiakawanan, rasa persatuan, dan jiwa korps diantara anggota organisasi.

C.    FUNGSI ORGANISASI

Memperhatikan penjelasan diatas, maka tampak bahwa pada hakikatnya fungsi organisasi adalah sebagai wadah sekelompok orang yang memiliki kehendak/keinginan yang sama. Disamping  itu, organisasi juga berfungsi sebagai upaya untuk mempermudah seseorang atau kelompok  orang dalam mencapai tujuan.

JENIS DAN MANFAAT ORGANISASI
A.   JENIS / MACAM-MACAM ORGANISASI
1.         Dilihat dari cara terbentuknya
Organisasi Insidental yaitu organisasi yang dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu yang sifatnya sementara. Contoh : Kepanitiaan.
Organisasi Permanen yaitu organisasi yang dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu dimana tujuan tersebut selalu berkembang sesuai dengan dinamika masyarakat dan didirikan untuk jangka waktu yang  tidak terbatas.
Contoh : NU, IPNU – IPPNU, GP. ANSOR, FATAYAT, Dll
2.         Dilihat dari bentuk / wujudnya :
Organisasi Formal yaitu organisasi yang dibentuk secara resmi dengan memilih anggota, tujuan dan aturan yang resmi pula ( PD/PRT )
Organisasi In Formal yaitu organisasi yang timbul melalui saluran yang tidak resmi, disebabkan karena hubungan pribadi dalam upaya memenuhi ambisi / keperluannya.
3.         Dilihat dari tujuan berdirinya :
Organisasi Massa (ormas) disebut juga organisasi kemasyarakatan. Contoh: NU, IPNU, IPPNU, Muhammadiyah, IRM dll.
Organisasi Politik (Orpol) Organisasi yang bergerak dibidang sosial, perpolitikan. contoh : PKB, PAN, PDI-P, PPP dll.        
Organisasi profesi (Orprof) yaitu organisasi yang anggotanya memiliki profesi / keahlian sejenis. Contoh : PWI, IDI, PGRI dll.

B.   MANFAAT BERORGANISASI

Sebagaimana difirmankan Allah SWT, bahwa manusia diciptakan atas berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal, maka organisasai adalah salah satu media yang efentif untuk mewujudkannya.
Adapun manfaat berorganisasi antara lain :
1.         Meningkatkan Ukhuwah diantara sesama.
2.        Menambah sahabat.
3.        Meningkatkan wawasan / cakrawala pandang.
4.        Sebagai media berlatih hidup bermasyarakat.
5.        Melatih kemandirian.
6.        Menumbuhkan sikap dewasa.
7.        Menumbuhkan rasa tanggung jawab.
8.        Berfikir secara analitis dan kritis.

P E N U T U P


Uraian secara ringkas masalah-masalah yang berkaitan dengan organisasi di atas, semoga dapat  menjadikan dorongan / motivasi bagi anggota - anggota baru IPNU – IPPNU khususnya dalam mengabdikan diri berorganisasi.
Semoga kita diberikan petunjuk dan kekuatan untuk berjuang menegakkan syariat-Nya melalui wadah IPNU – IPPNU.






***SELAMAT BELAJAR - BERJUANG - BERTAQWA***


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

tolong tinggalkan komentar.. okey!!!