22 Januari 2013

PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DALAM “PERSEPEKTIF” ISLAM



ù&tø%$# ÉOó$$Î/ y7În/u Ï%©!$# t,n=y{ ÇÊÈ  

1. bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,

Tidak bisa dipungkiri dalam pembangunan sebuah peradaban manusia, ilmu pengetahuan memegang peranan yang sangat penting, maju tidaknya sebuah peradaban manusia , salah satunya ditentukan seberapa “majukah “ pengembangan ilmu pengetahuanya. Islam sebagai agama yang bersifat syamil wa mutakammil dimana ajaran- ajarannya mencakup seluruh segi kehidupan manusia,sesungguhnya sangat memperhatikan ilmu (pengetahuan) sebagai salah satu faktor yang dipandang akan mendorong manusia pada kehidupan yang lebih baik. Banyak sekali nash nash di dalam Al qur’an maupun hadits nabi yang menganjurkan supaya seorang muslim benar benar memperhatikan persoalan ilmu ( pengetahuan ). Beberapa nash Al qur’an yang berbicara tentang persoalan ilmu [188] Ayat ini untuk menjelaskan martabat orang-orang berilmu

yÎgx© ª!$# ¼çm¯Rr& Iw tm»s9Î) žwÎ) uqèd èps3Í´¯»n=yJø9$#ur (#qä9'ré&ur ÉOù=Ïèø9$# $JJͬ!$s% ÅÝó¡É)ø9$$Î/ 4 Iw tm»s9Î) žwÎ) uqèd âƒÍyêø9$# ÞOŠÅ6yÛø9$# ÇÊÑÈ  
18. Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu[188] (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS Ali Imran 18)

Maka lihatlah bahwasanya,betapa Allah SWT memulai dengan diriNya sendiri,kemudian malaikat dan yang berikutnya adalah orang orang yang berilmu. Hal ini menunjukkan bahwa Allah SWT sangat memuliakan orang orang yang berilmu. Pada ayat lain Allah SWT berfirman :

ô`¨Br& uqèd ìMÏZ»s% uä!$tR#uä È@ø©9$# #YÉ`$y $VJͬ!$s%ur âxøts notÅzFy$# (#qã_ötƒur spuH÷qu ¾ÏmÎn/u 3 ö@è% ö@yd ÈqtGó¡o tûïÏ%©!$# tbqçHs>ôètƒ tûïÏ%©!$#ur Ÿw tbqßJn=ôètƒ 3 $yJ¯RÎ) ㍩.xtGtƒ (#qä9'ré& É=»t7ø9F{$# ÇÒÈ  
9. (apakah kamu Hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS AzZumar 9)

$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#þqãZtB#uä #sŒÎ) Ÿ@ŠÏ% öNä3s9 (#qßs¡¡xÿs? Îû ħÎ=»yfyJø9$# (#qßs|¡øù$$sù Ëx|¡øÿtƒ ª!$# öNä3s9 ( #sŒÎ)ur Ÿ@ŠÏ% (#râà±S$# (#râà±S$$sù Æìsùötƒ ª!$# tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä öNä3ZÏB tûïÏ%©!$#ur (#qè?ré& zOù=Ïèø9$# ;M»y_uyŠ 4 ª!$#ur $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ׎Î7yz ÇÊÊÈ  
11. Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Al Mujadalah 11)

Cukuplah kiranya ayat ayat Al qur’an diatas menjadi hujjah bahwasanya islam sebagai agama yang menyeluruh dan komprhensif sangat memuliakan ilmu sebagai salah satu sarana bagi ummat manusia untuk bisa menjadikan kehidupan menjadi lebih baik.Adapun beberapa hadits hadits nabi yang berbicara tentang masalah ilmu adalah sebagai berikut
Nabi saw bersabda:

“isi langit dan buni meminta ampun untuk orang yang berilmu”(HR Abu Darda)

Nabi saw bersabda:

“manusia yang terdekat kepada derajat kenabian ialah orang yang berilmu dan berjihad.Adapun orang yang berilmu, maka memberi petunjuk kepada manusia akan apa yang dibawa Rosul Rasul.Dan orang orang yang berjihad, maka berjuang dengan pedang membela apa yang dibawa para rasul itu”
(HR Abu Naim dari Ibnu Abbas)

Nabi saw bersabda:

“Kelebihan orang berilmu dari orang abid(orang yang banyak ibadahnya)seperti kelebihanku dari orang yang paling rendah dari sahabatku”(HR Tirmidzi)

Dari paparan diatas semakin nyatalah terlihat bahwasnya islam memang benar benar sangat memperhatikan persoalan ilmu ini. Islam pernah mengalami masa keemasan dimana pada saat itu,islam menjadi pusat peradaban dunia,kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dicapai sekarang tidak bisa dipungkiri sesungguhnya berkat sumbangsih dari peradaban islam yang pernah mengalami kejayaan.Bertolak belakang dengan keadaan ummat muslim ketika mencapai masa keemasan barat sedang berada pada masa yang disebut sebagai abad kegelapan(dark age). Berbeda dengan kondisi saat ini ummat islam mengalami kemunduran yang cukup drastis dalam hal ilmu pengetahuan. Wacana yang sekarang muncul berkaitan dengan islam adalah islam sama dengan tradisional:kolot:miskin:terbelakang .dan stigma stigma buruk lainnya.Sebagai seorang muslim menjadi kewajiban kita semua untuk bisa menegakan kembali kejayaan dhien yang haq ini di muka bumi,karena sesungguhnya kita mempunyai dua buah modal yang sangat luar biasa,yang seharusnya mampu mengantarkan ummat islam ini meraih kembali kejayaannya.Dua modal besar itu adalah al qur’an dan al hadits.
Sebagian besar sejarawan modern sepakat bahwasanya Al qur’an dan Al hadits adalah pendorong utama kemajuan ilmu dan peradaban islam yang pernah dicapai. Sehingga pada dasarnya kunci utama bangkitnya kembali ilmu dan peradaban islam adalah dengan kembali kepada Alquran dan Al hadits.karena sesungguhnya di dalam al quran dan alhadits kaya akan konsep konsep bagaimana seharusnya pengembangan ilmu(sebagai salah satu upaya untuk membangkitkan lagi peradaban islam )dilakukan dan sesungguhnya konsep konsep ini sudah terbukti ampuh.Sejarah membuktikan bahwasanya kejayaan yang pernah diraih ummat islam dicapai melalui penggalian secara mendalam terhadap al quran dan alhadits.

Sejarah munculnya tradisi keilmuan dalam islam

Secara historis tradisi intelektual dalam islam dimulai dari pemahaman terhadap Al qur’an yang diwahyukan kepada Nabi Muhamad SAW, secara berturut turut dari periode mekkah sampai madinah. Munculnya tradisi keilmuan dalam islam secara umum dapat dibagi menjadi tiga periode. Periode pertama dimana pada periode ini lahirlah pandangan hidup islam.Periode kedua dimulai ketika timbul kesadaran bahwa wahyu yang turun (sudah menajdi pandangan hidup) pada dasarnya mengandung struktur fundamental dari apa yang disebut dengan scientific worldview. Periode ketiga adalah lahirnya tradisi keilmuan dalam islam, dimana tradisi keilmuan ini lahir dari konsekuensi logis dari adanya struktur pengetahuan dalam islam.
Dari proses lahirnya pandangan islam yang tergambar dari tiga periode diatas dapat disimpulkan bahwa islam adalah agama yang sarat dengan ajaran yang mendorong timbulnya ilmu pengetahuan.Ajaran tentang ilmu pengetahuan dalam islam yang cikal bakalnya adalah konsep konsep dasar dalam wahyu itu kemudian ditafsirkan kedalam berbagai bentuk kehidupan dan akhirnya terakumulasi dalam sebuah bangunan peradaban yang kokoh.Suatu peradaban yang lahir dan tumbuh atas dukungan tradisi intelektual yang berbasis pada wahyu.
Di dalam sejarah timbulnya tradisi kelimuan dalam islam, juga dikenal adanya medium transformasi dalam bentuk institusi pendidikan yang disebut al-Suffah dan komunitas intelektualnya disebut ashab al suffah .Ashab al suffah ini adalah gambaran terbaik institusionalisasi kegiatan belajar mengajar dalam islam dan merupakan tonggak awal tradisi intelektual dalam islam dimana obyek kajiannya berpusat pada wahyu.Materi kajiannya tidak dapat disamakan dengan materi diskusi spekulatif di Ionia yang menurut orang barat merupakan tonggak lahirnya tradisi keilmuan Yunani, bahkan kebudayaan barat itu sendiri diklaim lahir dari aktivitas ini.Dari komunitas inilah lahir para intelektual islam yang merupakan pakar pakar dalam hadits nabi.

Pengaruh pengembangan ilmu dalam bangunan peradaban islam

Ditilik dari sejarah,menurut al hasan ada empat faktor mengapa peradaban islam berkembang pesat di masa lalu.Faktor faktor itu adalah kekuasaan,ekonomi, stabilitas politik dan sarana pengembangan ilmu.Sesudah Rosululloh SAW wafat, beliu telah meletakan dasar dasar yang merupakan bekal yang sangat berharga bagi generasi penerusya. Salah satunya adalah ashab al suffah yang menjadi cikal bakal tradisi intelektual islam.Jika dianalogikan dengan sebuah kurva, maka sesudah masa Rosululloh SAW maka peradaban islam sedang merangkak naik sehingga pada akhirnya menjadi pusat peradaban dunia.Dimulai dari masa khulafaur rasyidin, dinasti umayah,dinasti abasiyah dan kesultanan turki usmani. Memang didalam perjalananya kita juga mengakui ada masa naik dan turun juga. Tetapi secara umum bisa dikatakan pada saat itu islam benar benar menjadi “pusat perhatian” bagi dunia..
Pandangan hidup yang berasal dari Al quran dan assunnah, benar benar menjadi “modal berharga” yang termanfaatkan dengan baik pula. Mereka merambah komunitas sahabat, thabiin,tabi tahbiin dan ulama ulama pewarisnya yang diikat dalam pandangan hidup, visi misi kegamaan yang sama sehingga menjadi ummat besar yang menyatukan bangsa bangsa di dunia.

Pengembangan ilmu pengetahuan dalam konsepsi islam

Pada dasarnya pengembangan ilmu pengetahuan dalam perpektif islam dipusatkan pada konsepsi tauhid. Manusia sebagai subyek dari ilmu, diharapkan akan semakin bertambah keyakinananya terhadap Allah SWT sehingga hasil akhir dari sebuah pengembangan ilmu pengetahuan dalam pandangan islam,selalu dikembalikan kepada “pusat” pengetahuan itu sendiri yaitu Allah SWT.
Dari QS Al Alaq 1 sebagai prolog dari tulisan ini, terlihat dengan jelas kosepsi yang sudah saya sebutkan diatas. “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu”. Mengenai ayat ini Sayyid Qutb dalam tafsirnya yang sangat terkenal Fi Zhilalil Qur’an mengatakan..”kemudian tampaklah sumber pengajaran dan ilmu pengetahuan bahwa sumbernya adalah Allah. Dari Nya lah manusia mengembangkan apa yang telah dan akan diketahuinya. Juga, dari Nyalah manusia mengembangkan apa yang dibukakan untuknya tentang rahasia rahasia semesta, kehidupan, dan dirinya sendiri.Semua itu dari sana,dari sumber satu satunya itu,yang tidak ada sumber lain disana selain Dia “. Manusia yang dilahirkan dari proses ini adalah manusia insan kamil atau manusia yang universal.
Berbeda dengan konsepsi barat ,pengembangan ilmu yang dilakukan seolah olah melepaskan Tuhan. Tuhan seakan akan menjadi penghalang dalam pengembangan ilmu sehingga harus dikucilkan Tuhan tidak mereka ikutsertakan dalam penggalian dan pengembangan ilmu yang mereka lakukan. Mereka meletakan manusia diatas segala galanya. “Manusia adalah ukuran dari segala sesutau,segala sesuatu yang ada adalah ada,dan segla sesutau yang tuidak ada adalah tidak ada,”Maka lahirlah manusia manusia yang sekuler dan materialistik. Tetapi sayangnya di sebagian negara negara yang mayoritas penduduknya muslim, konsepsi pendidikan dalam pandangan barat lah yang sering dipakai, menjadi tugas kita semua untuk bisa mengembalikan proses pengembangan ilmu yang dilakukan adalah sesuai dengan konsepsi islam.

Tahapan pengembangan ilmu untuk membangun kembali peradaban islam di masa sekarang

Dari gambaran sejarah bangun dan jatuhnya peradaban islam. Secara umum ada tiga hal penting yang patut kita catat. Pertama peradaban islam dimulai dari komunitas kecil yang bergiat mempelajari Al Quran dan assunnah. Kedua komunitas yang dipengaruhi oleh pandangan hidup yang bersumber dari Al quran dan assunnah tersebut kemudian semakin berkembang sehingga membentuk institusi yang berbentuk negara, karena universalitas islam maka negara bangsa tadi dilebur menjadi satu dibawah naungan al islam. Ketiga walaupun kekuatan dan orientasi politik ummat islam begitu besar, namun visi misi yang diusung adalah hampir sama yaitu mengembangkan ilmu pengetahuan..
Jika dimasa lalu peradaban islam dibangun dengan pengembangan ilmu pengetahuan yang bersumber pada Al quran dan assunnah maka di masa sekarang seperti itu pula kita membangun peradaban islam pada masa sekarang., Namun, di masa kini kondisi politik dan ekonomi ummat islam tidak mendukung pengembangan ilmu pengetahuan islam,”sama persis” seperti masa lalu.. Selain itu masuknya nilai nilai barat seperti demokrasi, sekularlisme, liberalisme, kapitalisme, sosialisme dan lain sebagainya telah memepengaruhi dan bahkan merubah cara berfikir ummat islam, sehingga diperlukan adanya proses yang disebut rekonstruksi prinsip ilmu, dimana proses ini unuk mengembalikan ilmu penegtahuan dalam islam kedalam ‘khitahnya’, yaitu bersumber pada Al quran assunnah Untuk bisa semakin ‘mengislamisasi ‘ pengetahuan maka diperlukan sebuah sarana untuk bisa semakin menyebarluaskan proses ini. Di masa sekarang institusi pendidikan adalah sarana yang paling tepat untuk bisa melakukan proses ini, terutama melalui universitas. Di dalam islam, universitas berperan dalam pendidikan kearah individu yang memahami kedudukan dirinya baik dalam konteks hubungannya dengan Allah SWT, dengan sesama manusia serta tentang dirinya sendiri.

Khatimah
tûïÏ%©!$# tbrãä.õtƒ ©!$# $VJ»uŠÏ% #YŠqãèè%ur 4n?tãur öNÎgÎ/qãZã_ tbr㍤6xÿtGtƒur Îû È,ù=yz ÏNºuq»uK¡¡9$# ÇÚöF{$#ur $uZ­/u $tB |Mø)n=yz #x»yd WxÏÜ»t/ y7oY»ysö6ß $oYÉ)sù z>#xtã Í$¨Z9$# ÇÊÒÊÈ  
191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka. (QS Ali Imran 191)

dikutip dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

tolong tinggalkan komentar.. okey!!!