17 Maret 2012

PANDUAN PENYUSUNAN KARYA TULIS
MA MIFTAHUSSALAM WONOSALAM DEMAK


 I.          Latar Belakang
Rendahnya keterampilan menulis di kalangan siswa MA sudah lama terdengar. Ada beberapa faktor yang memengaruhinya. Selain tidak disajikan secara mendalam dalam materi ajar selama kegiatan belajar-mengajar berlangsung, siswa juga belum memiliki tradisi dan budaya untuk menyampaikan pikiran dan perasaannya ke dalam bentuk tulisan. Akibatnya, siswa mengalami kesulitan ketika mendapatkan tugas untuk menyusun karya tulis. Hal itu diperparah dengan masih jarangnya panduan sederhana yang bisa dijadikan sebagai acuan siswa ketika menyusun karya tulis.
Study Tour merupakan program rutin Madrasah yang dilakukan oleh siswa - Siswi kelas XI MA MIFTAHUSSALAM WONOSALAM DEMAK setiap tahun pelajaran. Selain untuk memperkenalkan aset wisata dan karya budaya bangsa, Study Taur juga dimaksudkan sebagai sarana bagi siswa agar mampu menyusun karya tulis dalam bentuk laporan dengan baik berdasarkan objek-objek wisata dan budaya yang dikunjungi. Dengan cara demikian, para siswa bisa melihat dan melakukan observasi secara langsung terhadap objek-objek yang dikunjungi, untuk selanjutnya didokumentasikan dan dikumpulkan sebagai bahan penyusunan laporan.
Karya tulis dalam bentuk laporan tersebut dimaksudkan sebagai salah satu upaya Madrasah untuk membudayakan cara berpikir ilmiah di kalangan siswa berdasarkan konsep-konsep keilmuan, sehingga karya tulis yang disusun dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara keilmuan sekaligus dijadikan sebagai prasyarat bagi siswa untuk mengikuti ujian akhir sekolah setelah siswa yang bersangkutan duduk di bangku kelas XI. Meskipun demikian, panduan sederhana yang bisa dijadikan oleh siswa ketika menyusun karya tulis masih jarang ditemukan.
Berkaitan dengan hal tersebut, perlu disusun sebuah panduan penyusunan karya tulis sederhana agar dapat dijadikan sebagai acuan para siswa sehingga mereka mampu menyusun karya tulis sesuai dengan sistematika, isi, bahasa, dan ketentuan lain yang berlaku.

   II.       Maksud dan Tujuan
1.     Membudayakan aktivitas menulis di kalangan siswa.
2.     Membudayakan siswa agar mampu berpikir secara ilmiah sehingga mampu menyusun karya tulis yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara keilmuan.
3.     Memperkenalkan dan mendekatkan siswa pada aset wisata dan karya budaya bangsa.
4.     Memberikan bekal penulisan karya tulis kepada siswa agar dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau terjun ke tengah-tengah masyarakat.
5.     Menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa, yakni jujur, disiplin, kerja keras, kreatif, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung-jawab.
6.     Melatih siswa untuk bekerja sama dan berkolaborasi secara kooperatif dengan dengan sesama teman dan pihak-pihak terkait.
7.     Memenuhi ketentuan dan tata tertib sekolah agar siswa mampu menyusun karya tulis sebagai prasyarat untuk mengikuti ujian akhir sekolah.

 III.       Manfaat
1.     Karya tulis yang disusun siswa dapat dimanfaatkan oleh sekolah sebagai dokumen portofolio kreativitas siswa dari tahun ke tahun.
2.     Karya tulis yang disusun siswa dapat dimanfaatkan untuk memperkaya khazanah pustaka dan perkembangan dunia akademik di kalangan siswa.
3.     Proses dan teknik penyusunan karya tulis dapat dimanfaatkan oleh siswa sebagai untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau terjun ke tengah-tengah kehidupan masyarakat.

IV.       Bentuk Karya Tulis
   Karya tulis yang disusun oleh siswa MA Miftahussalam Wonosalam Demak termasuk jenis laporan observasi (pengamatan). Laporan pada hakikatnya merupakan segala sesuatu yang disampaikan atau diinformasikan kepada pihak lain, baik secara lisan maupun tertulis, setelah seseorang/kelompok orang melaksanakan/mengikuti suatu kegiatan/penelitian. Tujuannya adalah untuk mengatasi masalah, menyampaikan informasi, mengambil keputusan, mengetahui kemajuan dan perkembangan suatu masalah, melakukan pengawasan atau perbaikan, dan untuk menemukan suatu cara atau teknik tertentu yang baru. Jenis laporan kegiatan, di antaranya: laporan laboratorium, laporan keuangan, laporan administrasi, laporan penelitian, dan laporan pengamatan. Hasil laporan kegiatan tersebut dapat berbentuk surat, buku, artikel, makalah, ataupun karya tulis.
   Agar laporan hasil kegiatan dapat mencapai sasaran atau keinginan pembaca, diperlukan sistematika yang jelas dan runtut dengan menggunakan bahasa yang jelas, baku, efektif, dan sistematis penyampaiannya. Sistematika laporan yang dimaksud mencakupi bagian pendahuluan (nama kegiatan, tempat, waktu kegiatan, tujuan, dan peserta), isi (hasil kegiatan selama melakukan pengamatan/penelitian), dan penutup (kesimpulan dan saran).
   Laporan observasi dalam bentuk karya tulis yang disusun siswa dilakukan secara berkelompok setelah melakukan kegiatan Study Tour. Laporan tersebut akan berguna sebagi bukti tertulis (dokumentasi), sebagai bahan informasi kepada orang lain/instansi lain, sebagai bahan pertanggungjawaban kepada pimpinan, sebagai bahan pengawasan terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan, dan sebagai bahan evaluasi untuk melaksanakan kegiatan berikutnya.

  V.       Mekanisme Penyusunan Karya Tulis
Karya tulis disusun secara Mandiri, dengan mekanisme sebagai berikut:
1.     Pembentukan penyusunan karya tulis dan rencana pemberangkatan menuju ke objek yang telah disepakati.
2.     Melakukan observasi (pengamatan) terhadap satu objek wisata/budaya yang dikunjungi berdasarkan kesepakatan masing-masing sebagai bahan penyusunan karya tulis. Pada tahap ini, setiap kelompok mengumpulkan data berdasarkan objek yang hendak dilaporkan melalui observasi, wawancara kepada pihak-pihak terkait (pengelola objek), dan buku-buku sumber yang relevan.
3.     Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, setiap Siswa menyusun proposal karya tulis melalui catatan buku atau soft copy yang memuat hal-hal sebagai berikut:
1.      Judul karya tulis.
2.      Identitas Siswa
3.      Bab I Pendahuluan, meliputi:
1)     Latar belakang / Perumusan dan pembatasan Masalah
2)     Alasan pemilihan judul
3)     Tujuan dan manfaat penelitian
4)     Sistematika penulisan
4.                  Bab II Isi : Metode Penelitian
5.                  Bab III Isi: Analisis Data memaparkan secara luas objek yang                                   dikunjungi.
6.                  Bab IV Penutup: simpulan singkat terhadap objek yang dikunjungi.
4.     Lembar persetujuan guru pembimbing: berisi nama dan tanda tangan sebagai bukti bahwa proposal karya tulis telah disetujui.
5.     Konsultasi dan revisi kepada guru pembimbing dan mengajukan proposal yang telah disusun dan melakukan konsultasi kepada guru pembimbing. Setiap Siswa wajib merevisi proposal berdasarkan masukan dan saran dari guru pembimbing. Jika proposal sudah disetujui, guru pembimbing membubuhkan tanda tangan pada lembar persetujuan.
6.     Penyusunan karya tulis berdasarkan proposal yang telah disetujui guru pembimbing oleh setiap Siswa. Proposal yang telah disetujui guru pembimbing dikembangkan lebih lanjut menjadi karya tulis dengan sistematika sebagai berikut:

Halaman Judul
Halaman Persetujuan
Halaman Pengesahan
Halaman Motto dan Persembahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang / Perumusan dan pembatasan masalah
1.2  Alasan pemilihan judul
1.3  Tujuan dan Manfaat
1.4  Sistematika penulisan

BAB II METODE PENELITIAN
(Bab II Berisi jenis – jenis penelitian, jenis – jenis data, metode pengumpulan data)

BAB III ANALISIS DATA
(Sesuai dengan objek yang telah diamati, misalnya “ Analisis Monas sebagai Monumen Nasional Kebanggaan Bangsa Indonesia”) dan dipaparkan secara lengkap dan rinci tentang berbagai hal yang berkaitan dengan objek laporan berdasarkan data yang telah berhasil dikumpulkan, baik dari pengamatan, wawancara, maupun buku sumber yang relevan.

BAB IV PENUTUP
4.1  Simpulan
4.2  Saran
Pada simpulan dipaparkan isi secara ringkas tentang hal-hal yang terkait dengan objek yang diamati. Sedangkan, saran memaparkan tentang berbagai saran dan masukan kepada pihak-pihak yang terkait dengan objek yang diamati, misalnya pengelola objek, guru pendamping, adik-adik kelas, atau pengunjung.

Daftar Pustaka
Susunan yang lazim digunakan dalam membuat daftar pustaka adalah 1. Nama Pengarang, 2. Judul buku, 3. Nama penerbit, 4. Kota tempat terbit, 5. Tahun terbit. Masing – masing nomor ini di pisahkan dengan tanda koma. Contoh : Astrid S. Susanto, Dr. , Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial, Penerbit Bina Cipta, Bandung, 1977.

Lampiran-lampiran (jika ada berupa foto, denah, skema, dll.)
  1. Selama penyusunan karya tulis, setiap Siswa di bawah koordinasi wajib melakukan konsultasi kepada guru pembimbing untuk mendapatkan masukan dan saran perbaikan.
  2. Karya tulis yang sudah final ditandatangani dan disahkan oleh guru pembimbing dan kepala Madrasah

IV.    Hal-hal Teknis
1.     Karya tulis diketik rapi pada kertas HVS ukuran kwarto dengan jarak ketikan 1,5 spasi.
2.     Font yang digunakan adalah Times New Roman dengan ketentuan: halaman judul (ukuran 14 dengan style: bold/tebal), body-text (ukuran 12         dengan style: normal). Judul dan subjudul dicetak tebal (bold) dan istilah- istilah asing dicetak             miring (italic).
3.     Lembar halaman judul wajib dibubuhkan logo Yayasan Miftahussalam
4.     Ukuran margin (batas): kiri dan atas: 4 cm, kanan dan bawah 3 cm.
5.     Setiap halaman harus bernomor dan diletakkan di bagian bawah tengah.

V.     Penutup
Demikian panduan sederhana ini disusun dengan harapan semoga dapat dijadikan sebagai acuan bagi pihak-pihak terkait (khususnya siswa) agar dapat menghasilkan karya tulis yang dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan, baik sistematika, isi, maupun, bahasa. ***


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

tolong tinggalkan komentar.. okey!!!